Bitget menghentikan sementara penarikan dana nasabah setelah sekitar US$351,6 juta aset kripto dicuri dalam insiden peretasan yang terdeteksi sebagai 'transfer tidak sah' dari sejumlah dompet pada Kamis. CEO Gracy Chen menegaskan seluruh dana pengguna aman karena kerugian ditanggung kas internal perusahaan, dan penangguhan penarikan disebut sebagai langkah pencegahan keamanan, bukan akibat kekurangan dana. Dengan lebih dari 120 juta pengguna, Bitget termasuk bursa kripto terbesar dunia, sehingga insiden ini menjadi ujian terhadap klaim 'dana aman' yang menjadi fondasi kepercayaan industri.
Insiden ini terjadi di tengah gelombang konsolidasi bursa kripto global, ketika platform menengah seperti BitMart, BitMEX, Dango, dan Satori Finance berguguran karena likuiditas terpusat di segelintir pemain besar. Klaim bahwa kerugian ditanggung dana sendiri meredam panik jangka pendek, tetapi memunculkan pertanyaan tentang ketahanan modal dan tata kelola risiko bursa serupa. Konteks industri juga mencatat Bybit kehilangan US$1,5 miliar dalam peretasan yang diatribusikan FBI ke peretas Korea Utara.
Dampaknya menjalar ke investor ritel kripto Indonesia, salah satu pasar ritel paling aktif di Asia, dengan penguatan sentimen risk-off terhadap aset digital yang berpotensi menekan volume perdagangan di bursa lokal terdaftar Bappebti. Perhatian regulator terhadap kecukupan cadangan aset dan prosedur kustodi exchange berpeluang meningkat, terutama saat transisi pengawasan aset digital dari Bappebti ke OJK masih berjalan. Insiden ini turut memperkuat argumen bagi standarisasi perlindungan konsumen lintas yurisdiksi yang belum seragam di kawasan.
Terdapat perbedaan angka yang dilaporkan: sumber utama menyebut sekitar US$351,6 juta, sementara satu judul laporan lain menyebut US$449 juta, dan selisih ini belum terkonfirmasi. Dari sisi pasar, sentimen global terpantau tenang dengan VIX di area rendah dan IHSG dibuka relatif stabil, sehingga dampak insiden Bitget lebih bersifat sektoral pada aset digital ketimbang memicu risk-off luas. Meski demikian, bursa kripto lokal yang mengandalkan kepercayaan ritel tetap rentan bila penarikan dana di platform global macet berkepanjangan.