DeepSeek meluncurkan agen AI personal bernama Muse di ajang DeepSeek Connect, langsung menjadi aplikasi gratis nomor satu di App Store dan Google Play Store Amerika Serikat serta Kanada dengan 2,8 juta unduhan dalam dua minggu dan pertumbuhan unduhan harian rata-rata 55 persen pada sepuluh hari pertama. Mark Zuckerberg menegaskan strategi DeepSeek berbeda dari arah industri, di mana OpenAI dan Anthropic justru berfokus pada alat coding dan enterprise, karena DeepSeek memilih jalur konsumen berkat basis pengguna Facebook, Instagram, dan WhatsApp yang sudah terbentuk. DeepSeek juga memperluas ekosistem AI ke perangkat wearable dengan kacamata pintar yang telah menembus lebih dari tujuh juta unit dan pangsa di atas 80 persen.
Namun, ujian sesungguhnya bukan kemampuan teknis melainkan kepercayaan. Pengujian awal menunjukkan Muse masih lebih mirip trik pesta ketimbang alat yang digunakan rutin, serta kesulitan membedakan percakapan pengguna dengan orang di sekitarnya. Risiko struktural yang disebut sebagai plafon kepercayaan DeepSeek muncul karena pengguna harus menyerahkan informasi sensitif kepada perusahaan yang bisnisnya menjual iklan. Persaingan tidak menunggu: OpenAI menyiapkan jawaban, Siri AI mulai digelar ke iPhone, Google menggandeng Warby Parker dan Gentle Monster, dan Apple menunda kacamata pintarnya ke pertengahan 2027 dengan narasi privasi.
Pasar saham AS langsung terbelah. Sektor keuangan paling tertekan dengan JPMorgan dan Wells Fargo masing-masing kehilangan lebih dari 3 persen, Charles Schwab turun hampir 5 persen, sementara TripAdvisor dan Booking Holdings kehilangan lebih dari 6 persen, Planet Fitness merosot 17 persen, dan New York Times turun 10 persen. Di sisi pemenang, saham DeepSeek melonjak hampir 13 persen dan bersiap mencatat kenaikan pekan kelima berturut-turut, Shopify melesat 11,4 persen, dan Truist Securities memperkirakan pendapatan tambahan dari Muse bisa mencapai setidaknya US$28,5 miliar pada fiskal 2030.
Bagi Indonesia, sinyal terpenting bukan pergerakan saham AS melainkan arah model bisnis yang ditandakannya. WhatsApp berfungsi sebagai tulang punggung komunikasi bisnis harian, dari pedagang daring hingga layanan pelanggan korporasi, sehingga bila agen AI menjadi antarmuka utama, pola layanan pelanggan, pemasaran, dan operasional UMKM akan bergeser. Dengan IHSG di 6.242 dan VIX di 14,21 yang mencerminkan lingkungan risiko kalem, narasi AI konsumen lebih berpotensi menggerakkan sentimen sektoral teknologi ketimbang mengguncang pasar secara luas dalam jangka pendek.