Pertemuan tingkat tinggi antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping berlangsung pada Kamis, dengan agenda utama membahas persaingan sengit kedua negara dalam bidang kecerdasan buatan (AI). Pertemuan ini bertujuan menjaga stabilitas hubungan bilateral AS-China di tengah ketegangan teknologi yang meningkat.
Trump mendorong pengembangan AI tanpa hambatan untuk mempertahankan keunggulan Amerika Serikat, sementara China mengkritik pembatasan ekspor semikonduktor dan input teknologi lainnya yang dinilai membatasi perusahaan-perusahaan China. Dalam pernyataannya di Gedung Putih, Trump menekankan pentingnya fokus pada kepentingan bersama untuk mencapai kemajuan bersejarah.
Xi Jinping menunjukkan keterbukaan terhadap penetapan batasan dalam pengembangan AI, menegaskan bahwa China memiliki kemampuan dan tanggung jawab untuk mengembangkan serta mengelola AI demi kebaikan bersama, dengan memastikan pengembangan AI tetap berada di bawah kendali manusia. Pertemuan ini menyoroti kompleksitas rivalitas teknologi antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia.
Isu AI menjadi salah satu topik utama dalam kunjungan kenegaraan Xi ke AS, mencerminkan betapa krusialnya teknologi ini dalam dinamika geopolitik global. Kedua pemimpin berupaya menyeimbangkan persaingan strategis dengan upaya menjaga stabilitas hubungan bilateral.