Microsoft menginvestasikan USD1,7 miliar (sekitar Rp30,5 triliun) di Indonesia untuk pengembangan infrastruktur cloud, AI, dan ekosistem digital. Investasi ini disambut baik oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid yang berharap dana tersebut tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga mendorong transfer teknologi, pengembangan talenta digital, serta memperkuat industri digital nasional.
Pemerintah berharap Indonesia tidak hanya menjadi pasar, melainkan pusat strategis infrastruktur digital dan inovasi di kawasan bagi Microsoft. Kolaborasi ini juga mencakup pengembangan AI, teknologi cloud, keamanan siber, dan tata kelola teknologi yang bertanggung jawab, dengan penyesuaian program keterampilan digital sesuai kebutuhan industri.
Pertemuan tersebut juga membahas tata kelola AI di Indonesia melalui rancangan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan dan Etika AI, serta perlindungan anak di ruang digital melalui PP TUNAS. Pemerintah ingin memastikan regulasi tidak menghambat inovasi namun tetap memberikan perlindungan dan kepastian yang tepat.
Kemitraan dengan Microsoft diharapkan dapat mendukung agenda Indonesia Emas 2045 dengan meningkatkan kapabilitas dan daya saing digital nasional. Pemerintah mengajak Microsoft memperkuat kolaborasi dengan menerapkan prinsip keamanan sejak tahap perancangan teknologi dan mengembangkan teknologi secara bertanggung jawab.