Langit malam akhir pekan ini akan menampilkan fenomena Harvest Moon, yaitu bulan purnama yang terjadi paling dekat dengan ekuinoks September. Puncak purnama berlangsung pada 26 September 2026 pukul 16.49 UTC atau sekitar 23.49 WIB, dan dapat diamati dari Indonesia selama langit cerah.
Pada waktu yang sama, Saturnus akan tampak berdekatan dengan Bulan dengan jarak sudut sekitar enam derajat. Saturnus dapat dilihat dengan mata telanjang sebagai titik terang kekuningan, sedangkan cincinnya memerlukan teleskop. Neptunus juga berada di area langit yang sama namun terlalu redup untuk diamati tanpa alat bantu.
Istilah Harvest Moon berasal dari tradisi masyarakat belahan Bumi utara, di mana cahaya bulan purnama membantu petani saat musim panen. Di Indonesia, istilah ini lebih dipahami sebagai sebutan astronomi dan budaya internasional, bukan terkait musim panen lokal.
Untuk mengamati fenomena ini, masyarakat disarankan mencari lokasi dengan pandangan terbuka ke arah timur dan jauh dari polusi cahaya. Cuaca menjadi faktor utama, karena awan tebal atau hujan dapat menghalangi pandangan. Fenomena ini juga menarik untuk fotografi, terutama saat Bulan baru terbit dengan latar siluet bangunan atau bentang alam.