Pakar keamanan siber Dan Hreszczuk, salah satu pendiri Fortify Labs di Canberra, berhasil meretas BYD Shark karena sistem mobil listrik tersebut tidak dilindungi kata sandi. Dalam waktu sekitar dua minggu, ia mampu mengakses arteri digital kendaraan dan mengendalikan berbagai fungsi dari jarak jauh.
Peretas dapat mengunci pintu saat pengemudi berada di dalam, memutar musik dengan keras, menampilkan gambar di layar infotainment, mengaktifkan wiper maksimal, menyemprot kaca depan, serta menghidupkan dan mematikan lampu. Yang lebih mengkhawatirkan, ia juga bisa merekam suara di dalam kabin sehingga berpotensi membocorkan informasi penting pengguna.
Beruntung, fungsi vital seperti rem dan kamera tidak dapat diakses karena memiliki proteksi lebih baik. Meski demikian, insiden ini memicu kekhawatiran besar terhadap risiko pengawasan pada kendaraan listrik modern yang dilengkapi banyak kamera dan mikrofon.
Kekhawatiran ini sudah berujung pada kebijakan di sejumlah negara, seperti larangan militer Inggris terhadap kendaraan listrik buatan China untuk parkir dalam radius 3 kilometer dari lokasi sensitif, serta larangan serupa dari China terhadap kendaraan listrik asing di area militer dan politik.