Di New York, Menlu Sugiono Gaungkan Reformasi PBB

Minggu, 27 September 2026 pukul 19.31
Di New York, Menlu Sugiono Gaungkan Reformasi PBB

Sumber Berita Asli

CNN Indonesia | Berita Terbaru, Terkini Indonesia, Dunia

Baca di Website Asli ↗
Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan bahwa reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) semakin mendesak di tengah dinamika dunia abad ke-21 yang kian bergolak. Dalam pidatonya di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York, Sabtu (26/9), ia menyatakan Indonesia tetap percaya pada PBB namun meyakini bahwa kepercayaan itu berarti PBB harus berevolusi mengikuti perkembangan dunia yang dilayaninya. Sugiono menekankan bahwa PBB tetap tak tergantikan sebagai lembaga multilateral yang mewadahi kepentingan berbagai bangsa, memberi ruang untuk mencari jalan tengah atas perbedaan tanpa kekerasan, serta menghimpun kemampuan kolektif ketika negara-negara tidak bisa bertindak sendiri. Ia menilai respons yang tepat terhadap multilateralisme yang belum sempurna adalah dengan mewujudkan multilateralisme yang lebih kuat dan lebih baik. Menurutnya, sistem multilateral yang paling tepat untuk abad ke-21 harus lebih representatif, lebih ulet, dan mampu membawa hasil konkret bagi masyarakat dunia. Indonesia menyadari reformasi PBB tidak mungkin selesai dalam semalam, tetapi tantangan yang semakin besar menuntut dunia bertindak sekarang juga untuk memperkuat kapasitas kolektif dalam menghadapi krisis global, kondisi kemanusiaan, serta menjaga perdamaian dan pembangunan. Selain reformasi PBB, Sugiono juga mendorong reformasi arsitektur keuangan internasional agar lebih memenuhi kebutuhan negara berkembang dan memperluas peluang mereka menetapkan prioritas pembangunan serta membangun ketahanan nasional. Ia menambahkan kemampuan Indonesia berkontribusi secara konsisten bagi komunitas internasional berakar dari keberhasilan mewujudkan ketahanan nasional terlebih dahulu, termasuk memupuk persatuan dalam perbedaan dan penghargaan terhadap prinsip-prinsip HAM.

Berita Terkait Lainnya