Mauritius menolak memberikan izin mendarat bagi pesawat Air Seychelles yang mengangkut penumpang asal Israel pada Sabtu (26/9). Akibat penolakan tersebut, penerbangan carter menuju negara kepulauan di Samudra Hindia itu terpaksa dibatalkan.
Operator tur asal Israel, Spirit World Productions, mengungkapkan bahwa penerbangan tersebut sebenarnya telah mengantongi izin beberapa bulan sebelumnya. Namun, otoritas terkait tiba-tiba membatalkannya dengan alasan pertimbangan politik dan diplomatik.
Meski pihak otoritas Mauritius belum memberikan pernyataan resmi, penolakan ini disinyalir berhubungan dengan aksi delegasi Mauritius yang memilih absen saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berpidato di Sidang Majelis Umum PBB.
Saat ini, Spirit World Productions tengah berkoordinasi secara intensif dengan maskapai Air Seychelles dan instansi terkait guna menangani kebutuhan para penumpang yang terdampak oleh pembatalan tersebut.