Ratusan siswa SMP Taman Dewasa Kota Malang absen karena mengalami gejala flu berat sejak Senin (21/9/2026), memicu kekhawatiran orang tua dan perhatian serius Pemkot Malang. Dinas Kesehatan setempat melakukan tracing untuk melacak pola penyebaran penyakit dan memastikan kondisi siswa, sementara pemerintah pusat sebelumnya telah memperingatkan potensi peningkatan kasus influenza di 13 provinsi.
Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin menyatakan pihaknya berupaya maksimal melakukan pencegahan dan tidak menutup kemungkinan menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) jika perkembangan kasus memenuhi indikator, namun keputusan akan dikoordinasikan dengan provinsi dan pusat. Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mengkritik lambatnya respons pemerintah, menilai pemantauan seharusnya sudah dilakukan sejak awal melalui IGD rumah sakit dan puskesmas, serta mengingatkan agar tidak menunggu kasus mewabah baru bertindak.
DPRD mendorong penguatan protokol kesehatan di lingkungan sekolah, termasuk penerapan masker, penggunaan hand sanitizer, dan pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Sekolah juga diminta tidak memaksakan siswa masuk saat menunjukkan gejala sakit, dan perlu menerbitkan surat edaran kepada orang tua sebagai pedoman. Langkah mitigasi yang dilakukan SMP Taman Dewasa dengan mengurangi aktivitas sekolah dan memperketat prokes dinilai dapat menjadi contoh bagi sekolah lain.
DPRD Kota Malang berencana menggelar rapat kerja dengan Dinas Kesehatan dan Disdikbud untuk mengevaluasi penanganan kasus, termasuk tracing, mitigasi di sekolah, dan kondisi siswa terdampak. Penerapan prokes ditegaskan bukan berarti Kota Malang kembali ke situasi pandemi COVID-19, melainkan langkah mitigasi sambil menunggu hasil tracing dan evaluasi kesehatan.